Perkembangan Headless WordPress di Indonesia semakin pesat, terutama di kalangan bisnis digital, startup, dan perusahaan yang menargetkan performa tinggi serta skalabilitas jangka panjang. Namun, satu pertanyaan penting sering muncul: page builder mana yang paling optimal dari sisi render performance, Bricks atau Elementor?
Artikel ini membahas perbandingan teknis dan strategis antara Bricks vs Elementor dalam konteks Headless WordPress, disusun secara edukatif oleh tim PT Code Hero Indonesia.
Apa Itu Headless WordPress?
Headless WordPress adalah arsitektur di mana WordPress hanya digunakan sebagai backend CMS, sementara frontend dibangun menggunakan teknologi terpisah seperti React, Vue, atau framework modern seperti Next.js dan Nuxt.
- WordPress berfungsi sebagai content repository
- Data diakses melalui REST API atau GraphQL
- Rendering dilakukan di sisi frontend
Pendekatan ini terbukti meningkatkan performa, keamanan, dan fleksibilitas pengembangan website.
Mengapa Page Builder Tetap Berpengaruh di Headless?
Meskipun frontend terpisah, page builder tetap menentukan:
- Struktur HTML konten
- Ukuran payload API
- Konsistensi data
- Kemudahan mapping ke komponen frontend
Bricks Builder: Fokus Performa Sejak Awal
Bricks dikenal sebagai page builder modern dengan pendekatan performance-first. Dibandingkan builder konvensional, Bricks menghasilkan markup yang lebih bersih dan efisien.
Karakteristik Teknis Bricks
- HTML lebih ringkas dan minim wrapper
- CSS dan JavaScript dimuat secara kondisional
- Struktur data API lebih bersih
- Ramah untuk developer
Dalam headless setup, Bricks memudahkan proses transformasi data ke frontend modern.
Elementor: Populer, Fleksibel, Tapi Berat
Elementor adalah page builder paling populer di WordPress, termasuk di pasar Indonesia. Namun popularitas ini datang dengan konsekuensi performa.
Karakteristik Teknis Elementor
- Markup HTML sangat dalam dan kompleks
- Banyak nested section dan div
- Dependensi CSS dan JS besar
- Payload API lebih verbose
Dalam konteks headless, struktur ini sering memerlukan normalisasi tambahan di frontend.
Perbandingan Render Performance Headless
1. Ukuran Payload API
Bricks menghasilkan response API yang lebih kecil, sehingga mempercepat proses fetch dan parsing data.
2. Kompleksitas Rendering Frontend
Data dari Bricks lebih mudah dipetakan ke komponen React atau Vue dibanding Elementor.
3. Core Web Vitals
- LCP lebih cepat
- CLS lebih stabil
- INP lebih rendah
Dampak ke SEO Headless WordPress
SEO pada headless sangat bergantung pada struktur konten dan kualitas rendering server-side. Builder dengan markup bersih akan lebih mudah dioptimasi.
Dalam praktik, Bricks memberikan keunggulan SEO dibanding Elementor untuk arsitektur headless.
Kapan Sebaiknya Memilih Bricks?
- Website bisnis dengan traffic tinggi
- Headless atau hybrid WordPress
- Fokus performa dan skalabilitas
Kapan Elementor Masih Layak Digunakan?
- Website WordPress tradisional
- Landing page cepat
- Tim non-teknis dominan
Pendekatan PT Code Hero Indonesia
PT Code Hero Indonesia selalu menyesuaikan teknologi dengan kebutuhan bisnis klien. Untuk proyek headless, kami mengutamakan performa, keamanan, dan kesiapan jangka panjang.
Pelajari layanan kami di: Jasa Pembuatan Website WordPress Profesional
Kesimpulan
Dalam konteks render performance headless, Bricks unggul secara teknis dibanding Elementor. Namun pilihan terbaik tetap bergantung pada tujuan bisnis dan skala proyek.




