Dalam era aplikasi modern berbasis data, kebutuhan untuk menyimpan dan memproses data semi-terstruktur semakin meningkat. Format JSON kini menjadi standar de facto untuk API, microservices, dan integrasi sistem. Dua database relasional paling populer—PostgreSQL dan MySQL—sama-sama menyediakan dukungan JSON. Namun, bagaimana perbandingan performa PostgreSQL JSONB vs MySQL JSON?
Artikel ini membahas secara mendalam perbedaan arsitektur, performa query, indexing, hingga skenario penggunaan terbaik, khususnya untuk kebutuhan bisnis dan teknologi di Indonesia.
Mengenal JSON dalam Database Relasional
JSON (JavaScript Object Notation) memungkinkan penyimpanan data fleksibel tanpa skema kaku. Database relasional mengadopsi JSON untuk menjawab kebutuhan:
- Perubahan struktur data yang cepat
- Integrasi API eksternal
- Microservices dan event-driven architecture
- Hybrid relational & NoSQL approach
PostgreSQL JSON vs JSONB: Apa Bedanya?
PostgreSQL menyediakan dua tipe JSON:
JSON
Disimpan sebagai teks mentah. Cocok untuk penyimpanan sederhana, tetapi performa query relatif lambat.
JSONB (Binary JSON)
Disimpan dalam format biner terstruktur, mendukung indexing canggih, dan sangat optimal untuk query kompleks. Inilah alasan JSONB menjadi standar industri untuk PostgreSQL modern.
MySQL JSON: Pendekatan yang Lebih Sederhana
MySQL memperkenalkan tipe data JSON sejak versi 5.7. Data disimpan dalam format biner dan mendukung validasi otomatis. Namun, kemampuan indexing dan query JSON di MySQL masih lebih terbatas dibanding PostgreSQL JSONB.
Perbandingan Performa PostgreSQL JSONB vs MySQL JSON
1. Performa Query
PostgreSQL JSONB unggul dalam:
- Nested query
- Filtering kompleks
- Aggregation berbasis JSON
MySQL JSON lebih optimal untuk query sederhana, tetapi mulai melambat pada struktur JSON besar dan kompleks.
2. Indexing
PostgreSQL JSONB mendukung:
- GIN Index
- BTREE Index
- Expression Index
MySQL hanya mendukung functional index berbasis generated column, sehingga kurang fleksibel.
3. Skalabilitas dan Beban Tinggi
Dalam sistem enterprise, PostgreSQL JSONB terbukti lebih stabil untuk:
- High concurrency
- Analitik data
- Aplikasi SaaS skala besar
Studi Kasus Implementasi di Indonesia
Banyak perusahaan teknologi di Indonesia menggunakan PostgreSQL JSONB untuk:
- Platform e-commerce
- Fintech dan payment gateway
- ERP dan CRM custom
PT Code Hero Indonesia sering mengimplementasikan PostgreSQL JSONB dalam proyek jasa pembuatan software custom untuk memastikan performa dan skalabilitas jangka panjang.
Kapan Sebaiknya Memilih MySQL JSON?
MySQL JSON cocok untuk:
- Aplikasi sederhana
- Tim dengan ekosistem MySQL existing
- JSON hanya sebagai data pendukung
Kesimpulan
Jika performa, fleksibilitas query, dan skalabilitas adalah prioritas utama, PostgreSQL JSONB adalah pilihan unggul. MySQL JSON tetap relevan untuk kebutuhan ringan, tetapi memiliki keterbatasan untuk sistem kompleks.
Butuh arsitektur database yang tepat untuk bisnis Anda?
Konsultasikan kebutuhan aplikasi Anda bersama tim PT Code Hero Indonesia untuk solusi software yang scalable dan future-ready.




