Dalam dunia web development modern, layout bukan lagi sekadar soal tampilan. Layout menentukan user experience, performa, skalabilitas, hingga kemudahan maintenance kode. Dua teknologi CSS yang paling sering digunakan saat ini adalah CSS Grid dan Flexbox. Keduanya sama-sama powerful, tetapi sering membuat developer—terutama di Indonesia—bingung: kapan sebaiknya pakai CSS Grid dan kapan Flexbox?
Karakteristik Utama Flexbox
- Layout satu dimensi
- Sangat fleksibel untuk alignment
- Cocok untuk komponen UI
- Mudah dipelajari
Perbedaan CSS Grid vs Flexbox
| Aspek | CSS Grid | Flexbox |
|---|---|---|
| Dimensi | 2D (row & column) | 1D (row atau column) |
| Kegunaan utama | Struktur layout halaman | Komponen UI |
| Kontrol posisi | Sangat presisi | Fleksibel |
Kapan Harus Pakai CSS Grid?
Gunakan CSS Grid jika Anda membangun:
- Layout landing page
- Dashboard admin
- Website company profile
- Layout kompleks dengan banyak section
Kapan Harus Pakai Flexbox?
Flexbox ideal untuk:
- Navbar dan menu
- Card layout
- Form input
- Button group
Studi Kasus di PT Code Hero Indonesia
Dalam berbagai proyek jasa web development dan aplikasi enterprise, tim PT Code Hero Indonesia mengombinasikan CSS Grid dan Flexbox untuk mencapai layout yang bersih, scalable, dan mudah dirawat.
Pendekatan ini memastikan website klien tidak hanya terlihat modern, tetapi juga siap berkembang mengikuti kebutuhan bisnis.
Best Practice Menggabungkan Grid dan Flexbox
- Gunakan Grid untuk layout utama
- Gunakan Flexbox untuk komponen internal
- Jaga konsistensi desain
- Optimalkan untuk mobile-first
Penutup
CSS Grid dan Flexbox bukanlah kompetitor, melainkan partner. Dengan memahami kapan dan bagaimana menggunakannya, Anda bisa membangun website modern yang profesional dan siap bersaing di pasar digital Indonesia.
Ingin membangun website modern dan scalable?
Tim PT Code Hero Indonesia siap membantu Anda dari perencanaan hingga implementasi teknologi terbaik.




